Halaman

Jumat, 02 Mei 2014



Aku lupa sosokmu yang anggun
Saat terakhir kita bertemu dipantai lesung
Nampak kibaran kerudung panjangmu
Hembusan angin tanjung lesung membawa wangimu padaku
Aku yang selalu saja penasaran saat kamu terduduk manis di karang
Atau mungkin kamu yang terlalu baik menebarkan senyummu di Cikujang
Saat tanpa sadar ternyata kita terduduk bersama di tenda bhakti husada
Mungkin kita yang saling mencari saat malam satya legawa

            Aneh rasanya jika aku merindukanmu
            Kita hanya bicara tepat di hari terakhir
            Jarak mungkin hal yang sulit di taklukan
Kamu merasakannya jugakan? Seperti aku

Kenangan terasa begitu manis
Terutama jika kita mengenang sambil bersebelahan memandang laut
Kapan kita bias berbicara tentang kejadian kita yang lalu?
Mungkin aku akan dating dengan kereta dan duduk di alun-alun kota Serang
Atau mungkin kita akan bertemu di ajang raimuna?
Entah hanya waktu yang bias menjawabnya
Namun yang pasti, aku merindukanmu

Kamis, 04 Juli 2013

kini biar aku pergi



Entah karena apa
Namun nampak nya hujan membawanya
Turun dengan rasa cinta ini
Cinta untuk mu dalam hati ini

          Teringat kenangan puncak sana
          Saat ku coba lindungi mu
          Dari hujan yang turun bersama
          Mungkin kah kau sadari sesuatu ?

Memang aneh,
Saat aku menjaga mu setiap waktu
Sedangkan kau telah dimiliki
Orang yang lebih baik dari ku

                   Ku berikan semua yang ku bisa
                   Karena aku tahu,
                   Singkat waktu kita tak akan bertemu
                   Mungkin selamanya

                                      Akan ku coba melupakan kini
                                      Sesuatu yang tak mungkin ku gapai
                                      Karena kau kini hanya bayangan tak berarti
                                      Tak akan jadi nyata, tidak juga mimpi
                                      Kini biarkan saja aku sendiri
                                      Kembali di temani sepi dan seorang diri
                                      Mungkin aku akan kembali suatu nanti
                                      Untuk melihat mu bahagia tanpaku di sisi

Rabu, 03 April 2013

Ambang Habis Penantian Sang Pujangga Lara



Senandung cinta menemaniku
Ketika ruang kosong ini diam terpaku
Awan tebal berarak perlahan
Ranting kering syairkan rintihan
Angin dingin berhembus melejit
Menerpa hati yang menahan sakit
Lagu cinta masih berdendang
Laksana luka hati terus berkumandang


Cinta yang tak pernah tersampaikan
Mengukir luka dalam perasaan
Daku hanya dianggap pelampiasan
Jauh dari apa yang hati ini harapkan
Karena hadir diriku tak pernah di inginkan
Dalam mimpi maupun kehidupan
Walau t’lah tertulis dalam suratan
Namun tak ada juga bisa menjanjikan


Cahaya mentari terhalang
Oleh sang mega yang membentang
Kehangatannya mulai menghilang
Digantikan sang dingin yang datang
Ketika singgasana hati ini sepi
Tak seorang pun ingin mengisi
Walau hanya untuk menepis sunyi
Seakan cinta tak perah ingin kemari


Ku pernah berjanji di bawah rebahan bendera
Menantang silau dan panas sang surya
Bertaruh nyawa menembus gurun gersang
Atau hanya diam saat ombak datang menggulung
Tetap saja, tak akan pernah ada yang datang
Nemun ku tetap menanti, tetap berjuang

Rindu Dibatas Senja



Senja mulai menguning
Nampak awan terbelah
Munculkan langit biru menjulang
Angin membawa awan sebelah-menyebelah

Angin bertiup pelan
Dan awan berhenti berarak
Ketika gerimis turun perlahan
Di perkampungan desa perak

Hujan mulai berhenti
Bersama angin yang menepi
Namun, sama setiap hari
Kau tak pernah menemani

Sang surya mulai tenggelam
Di telan si raja malam
Siang berganti kelam
Seperti sebuah hati yang suram

Aku masih disini
Duduk termenung menunggumu
Menunggu saat kita bertemu
Ketika kita saling melengkapi

Kekasih
Dimanakah dirimu
Ku t’lah lama menunggu
Ku harap kau tak akan pergi
Meninggalkan ku tertatih sendiri
Kekasih
Ke masih merindukan mu
Sebuah rindu di batas senja ini

Minggu, 31 Maret 2013

Syahdu Lara Sang Pujangga



Sakit,,,
Pedih,,,
Dan perih,,
Ku rasa hingga ke jiwa

Sirna segala asa
Dalam balutan kasih setia
Terhalang oleh ego mu
Yang hingga kini tiada Mereda

Aku berhenti berharap
dan menununggu datang gelap
sampai nanti suatu saat
tak ada cinta kudapat

Kasih…
Mengapa kau tak pernah anggap aku ada
Jiwa raga rapuh seakan tiada guna
Biarlah tetesan air mata ku
Kan selalu mengiringi pijakan ku
Semoga diri mu tetap bahagia tanpa diri ku